Antara Teknologi, Remaja
dan Bangsa
Berbicara tentang
perkembangan teknologi, maka tidak akan lepas dari gadget. Seperti yang kita
ketahui, tertera jelas dalam Wikipedia bahwa teknologi adalah keseluruhan
sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan
kenyamanan hidup manusia. Tetapi pada saat ini pengertian teknologi hampir
dilupakan oleh pemakainya. Teknologi digunakan bukan hanya untuk kelangsungan
dan kenyamanan hidup manusia tetapi untuk kepuasan.
Contohnya adalah
teknologi yang seharusnya digunakan untuk mencari informasi, media sosialisasi
dan komunikasi disalah gunakan. Para remaja menggunakan teknologi internet
untuk mengunggah video-video dan foto yang bernilai pornografi dan melanggar
norma. Padahal sudah kita ketahui bahwa tindakan tersebut akan merusak diri
kita dan orang-orang di sekitar kita.
Perkembangan teknologi
di era sekarang ini sangat pesat. Berbagai gadget keluaran terbaru pun
terus berkembang. Hal ini menjadi pengaruh besar terhadap remaja Indonesia.
Dengan kecanggihan gadget yang dimiliki dapat menyebabkan kurang
terjalinnya komunikasi secara langsung dengan teman sebaya, orang tua, maupun
orang-orang di sekitarnya karena terlalu asyik memainkan gadget yang ia punya.
Kehadiran teknologi di
lingkup kehidupan sehari-hari menjadikan kita lupa diri. Anak-anak zaman
sekarang bahkan melupakan permainan tradisional seperti permainan karet, guli
dan lainnya. Mengapa demikian? Jawabannya adalah karena perkembangan teknologi.
Anak-anak lebih suka memainkan permainan yang ada di laptop, handphone dan
tablet. Lalu, bagaimana nasib permainan tradisional tersebut? Ya, mereka lenyap
dimakan zaman.
Selain itu kehadiran
teknologi yang begitu pesat menjadikan para remaja menjadi malas untuk
berpikir, memperkecil waktu bertemunya remaja dengan buku, karena mereka
terlalu mengandalkan teknologi yang ada. Ketika ada tugas dari guru para remaja
dengan mudahnya dapat mengakses tugas tersebut dari internet, bahkan tak jarang
ketika ujian sedang berlangsung mereka mengandalkan internet sebagai “dewa
penolong”. Bagaimana nasib bangsa ini ke depannya, jika setiap remaja bersikap
seperti ini. Bukankah nasib bangsa Indonesia ada di tangan remaja Indonesia?
Dari berbagai sisi
negatif perkembangan teknologi terutama gadget, tidak dapat dipungkiri bahwa
perkembangan teknologi juga memiliki banyak sisi positif. Teknologi sebagai
sarana untuk mempermudah dan mempercepat akses informasi yang kita butuhkan,
dengan adanya teknologi para remaja dapat mengakses berbagai informasi melalui
gadget kapanpun dan di manapun.
Hal lain yang menjadi
nilai positif atas perkembangan teknologi yaitu dengan teknologi para remaja
semakin lebih mudah berinteraksi satu sama lain bukan hanya melalui handphone
tetapi juga melalui internet.
Mengikuti perkembangan
teknologi boleh-boleh saja, asalkan itu menjadi motivasi dan penyemangat untuk
tetap berkarya dan berprestasi. Semua keputusan ada di tangan kita sendiri.
Tergantung bagaimana kita mengambil sisi positif dan membuang jauh pengaruh
negatif dari perkembangan teknologi itu sendiri. Jangan sampai justru menjadi
bumerang bagi kita maupun bagi bangsa Indonesia.
Kelompok 4
• Ayu Rizky Amalia
• Nur Wulandari
• Rumeilya Batami
• Ulina Tesalonika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar