Minggu, 31 Agustus 2014
PANTUN
Karya: Rumeilya Batami
Pergi ke pasar membeli manggis
Rasanya lezat sampai ke hati
Eh, si adik manis
Bolehkah abang duduk menemani?
Teringat akan kampung halaman
Sanak saudara amat ku rindu
Bukannya sombong atau tak ingin
Namun berduaan di tempat sepi, bukanlah ciri anak melayu
Sang raja memanggil ibu ratu
Melihat putri duduk menanti pangeran
Baiklah jika harus begitu
Untuk si adik manis, apapun kan abang lakukan
Raja Ali Haji pahlawan tangguh
Pahlawan dari bumi melayu
Jika abang bersungguh - sungguh
Bertindaklah, jangan hanya merayu
PUISI
Karya: Rumeilya Batami
Ku langkahkan kaki mengelilingi kota
Di setiap sudut rumah, bergelantungan bendera kebangsaan
Agustus, bulan yang penuh akan air mata
Air mata kematian, air mata kehidupan
Mengingat para pahlawan yang rela mati berkorban
Demi memepertahankan bangsa dan negara
Namun apa yang kita lakukan?
Mengorbankan kematian mereka demi kesenangan
Wahai para pemilik negara
Mari kembali kita renungkan
Seberepa besar perjuangan mereka, para pahlawan
Jangan kau buat air mata dan keringat mereka sia-sia
Dengan menukar darah mereka demi kesenangan semata
Bangkitlah.. Bangkit!
Jangan biarkan orang asing kembali menjajah
Menjajah hati dan pikiran anak bangsa
Kemerdekaan yang Sesungguhnya
Ku langkahkan kaki mengelilingi kota
Di setiap sudut rumah, bergelantungan bendera kebangsaan
Agustus, bulan yang penuh akan air mata
Air mata kematian, air mata kehidupan
Mengingat para pahlawan yang rela mati berkorban
Demi memepertahankan bangsa dan negara
Namun apa yang kita lakukan?
Mengorbankan kematian mereka demi kesenangan
Wahai para pemilik negara
Mari kembali kita renungkan
Seberepa besar perjuangan mereka, para pahlawan
Jangan kau buat air mata dan keringat mereka sia-sia
Dengan menukar darah mereka demi kesenangan semata
Bangkitlah.. Bangkit!
Jangan biarkan orang asing kembali menjajah
Menjajah hati dan pikiran anak bangsa
Langganan:
Komentar (Atom)