Kemerdekaan yang Sesungguhnya
Ku langkahkan kaki mengelilingi kota
Di setiap sudut rumah, bergelantungan bendera kebangsaan
Agustus, bulan yang penuh akan air mata
Air mata kematian, air mata kehidupan
Mengingat para pahlawan yang rela mati berkorban
Demi memepertahankan bangsa dan negara
Namun apa yang kita lakukan?
Mengorbankan kematian mereka demi kesenangan
Wahai para pemilik negara
Mari kembali kita renungkan
Seberepa besar perjuangan mereka, para pahlawan
Jangan kau buat air mata dan keringat mereka sia-sia
Dengan menukar darah mereka demi kesenangan semata
Bangkitlah.. Bangkit!
Jangan biarkan orang asing kembali menjajah
Menjajah hati dan pikiran anak bangsa
Bagus Mei puisinya
BalasHapuskata-katanya bagus :)
BalasHapusbagus pemilihan katanya
BalasHapusAda kesalahan pengetikan tuh Mei: "Seberepa". Tapi bagus kok puisinya. Diksinya pas.
BalasHapusPuisi nya bagus
BalasHapusCukup banyak pembendaharaan katanya
bagus me
BalasHapusKece abis me .. Oh ya ada kata yang ketikkannya salah "memepertahankan" harusnya "mempertahankan" ..
BalasHapusbaguss mee kece
BalasHapusbagus bee :)
BalasHapusbagus bee :)
BalasHapuskeren me puisinya :)
BalasHapusBagus me puisinya tapi diksinya kurang
BalasHapuscakep mei puisinya..
BalasHapus