kali ini gua mau nge-post tugas gua, yaitu membuat narasi tentang salah satu pengalaman hidup gua.
semoga bermanfaat :)
PIAGAM
KAGET
Pada liburan semester sebelumnya, mamaku
mengajak aku pergi ke Jakarta untuk menghadiri pesta pernikahan tanteku.
Mendengar kabar gembira itu, aku sangat senang karena sudah lama sekali aku
tidak pergi ke Jakarta. Namun ternyata, hanya 3 hari waktuku di Jakarta.
Benar-benar waktu yang sangat singkat. Aku berkunjung ke Jakarta selama 3 hari
karena itu adalah satu minggu terakhir liburanku. Aku menginap dirumah tante di kawasan Duren Sawit,
Jakarta Timur. Betapa senangnya hatiku saat itu pergi ke Ibukota, Jakarta.
Karena di kota itu ada orang yang spesial bagiku yang tinggal disana. Sebut
saja namanya A.
Di hari pertama aku tiba di Jakarta, terasa
sangat berbeda dengan kota tercintaku, Batam. Asap polusi dimana-mana, macet,
panas, menjamuku dengan kepenatan suasana Ibukota. Namun sangat berbeda pula
dengan Kota Batam, pengendara di Jakarta terutama anak-anak remajanya, tidak
ada yang memodifikasi kendaraan mereka untuk kebut-kebutan sepanjang jalan
seperti yang terjadi di Kota Batam ini.
Semua perasaan mumet itu hilang setelah aku bertemu dengan someone special ku itu. Dia mengajakku, mama dan papaku pergi
mengelilingi ibukota. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Kamipun
makan malam di sebuah kafe tongkrongan
anak-anak muda disana dengan live music
beriramakan reggae yang sedang ngetrand pada saat itu. Sungguh momen yang
tidak dapat terlupakan.
Hari kedua di Jakarta, yaitu hari dimana
acara pernikahan tanteku yang diadakan di hotel Kartika Chandra, Dukuh Atas,
Jakarta Pusat. Sangat meriah pestanya waktu itu, banyak orang yang datang
sehingga membuatku pusing karena tidak terbiasa dengan keramaian. Karena
pusingku semakin menjadi-jadi, aku meminta untuk pulang duluan kerumah tante. Aku
merasa sedih karena A tidak datang ke acara tersebut. Ketika sekitar pukul 7
malam, ia datang kerumahku dan terlihat sangat terburu-buru. Aku kaget dan
merasa heran melihatnya. Ia mengajakku keluar dan membawaku ke tempat yang
sangat ramai. Ternyata ia mengajakku kekampusnya.
Dia sengaja membawaku kesana untuk menyaksikan
acara “musik kampus 2013” di Universitas Islam Jakarta (UIJ). Saat itu sekitar
pukul setengah 8 malam. Aku semakin heran kebingungan mengapa ia mengajakku
kesana mendadak tanpa konfirmasi dulu sebelumnya. Sudah setengah jam berlalu,
aku melihat begitu banyak orang2 dan band-band yang tampil di acara tersebut.
“wah..keren-keren ya..” kataku. “kapan sekolahku ada acara kaya gini? :D pasti
ngga kalah keren sama mereka”. Dia hanya tersenyum, dengan senyuman penuh arti
yang tidak aku ketahui maksutnya apa. Aku semakin kebingungan.
Tiba-tiba ia menarik tanganku ke backstage dan berkata “kamu tampil 15
menit lagi, aku iringin pakai gitar:)” aku sontak terkejut mendengarnya.. “hah?
Serius aja?!” aku disuruh bernyanyi, tanpa periapan terlebih dahulu. Bener-bener
awkward banget!. A menatapku dan
tersenyum sangat puas. Sedangkan aku hanya bisa diam. Ku tahan-tahan air mataku
supaya tidak menetes. “awas aja, bakal aku bales” kataku dalam hati. Dan
akhirnya tiba waktuku untuk tampil. Saat namaku di panggil, rasa deg-degan
menghujamku. Pipiku merah, muka ku pucat, benar-benar keadaan yang tidak bisa
di lukiskan. Aku akan tampil di depan muka umum, tidak ada satu pun orang yang
aku kenal. “OMG!! Mah..pah..pulangggL my
lord, help me. Bisa ngga ini di skip ajah?:’(“ teriakku. A menarikku ke
atas panggung dan membisikkan aku sebuah lagu untuk di nyanyikan, yaitu sebuah
lagu dari last child-seluruh nafas ini. Aku sangat nervous dan terlihat begitu gugup ketika tampil. But, yeah. It’s show time!
Setelah selesai, aku ingin cepat-cepat
turun dan berlari pergi dari kampus itu. Namun A menahanku sebentar di atas
panggung. Dan apa yang terjadi? Aku dan dia mendapatkan tepuk tangan yang
meriah. Aku sangat senang sekali serasa mau terbang. Namun aku masih jengkel
dengannya karena mengajakku mendadak untuk tampil seperti itu. Ia pun
membelikan ku 4 eskrim cornetto untuk
meminta maaf atas keisengannya. “empat? Empat? Sekalian aja bawain tokonya” spontan
aku berkata kepadanya setelah melihat 4 eskrim yang ia bawa untukku.
30 menit waktu berlalu hingga akhir acara.
Eskrim ku pun telah habis. Aku sangat terkejut mendengar namaku dipanggil untuk
maju kedepan dan menerima piagam dari acara kampus itu. Sangat tidak terduga,
seperti sedang mimpi. But, it’s real. Dia
pun berkata dengan entengnya “maafin aku ya. aku cuma mau bilang, kamu tanpa
persiapan aja bisa kaya gini apalagi kalo ada persiapanJ jangan malu untuk tampil. Kamu bisa kok. Btw, selamat ya”. Aku sangat senang
mendengar perkataannya.
Sekitar pukul setengah 10 aku sampai dirumah.
Ternyata keluargaku masih belum pulang dari acara pernikahan tanteku itu. Aku
ingin segera ke kasur dan tidur. Tapi sebelumnya, pekerjaan rutinku harus dikerjakan
terlebih dahulu, yaitu memfoto piagamku kemudian mengupload ke instagram,
facebook, twitter, dan sosial media lainnya. Hehe.
Keeseokan harinya, sekitar pukul 7 pagi.
aku, mama, dan papaku pun pulang ke Batam. Waktu terasa sangat singkat namun
terasa sangat indah pula. Aku sangat senang dan pengalaman itu tidak akan
pernah aku lupakan. Sesampainya di Batam, aku langsung menemui teman-temanku
kemudian menceritakan pengalaman indahku itu. Tidak lupa aku menunjukkan piagamku
kepada mereka untuk menjadi bukti nyataku yang akan selalu aku simpan. Tapi
sebenernya untuk pamer sih. Hehe *ups
SEKIAN~
Bagus Mei ceritanya :D ada kata yang salah Mei "maksut" but acctually Its real ??
BalasHapusmaaf ya Rumey aku mau kasih tau ada beberapa kesalahan.
BalasHapusperiapan=persiapan
maju kedepan, kalo maju sudah pasti ke depan, bukan ke belakang :D
cara menceritakannya bagus kok.bisa lah jadi pembuat novel hehehe
weeh, ini bukan postingan cerpen yang disuruh posting itu loh-__- ini tugas narasi tentang pengalaman..tugas yg udah lama... aku baru posting pantun sama puisi.. yang cerpen belum di posting... kalian salah komen:| hahah
BalasHapusHaha ini kan pengalaman mu mey
BalasHapus